Sabtu, 21 Maret 2015

10 Metode/Model/Teknik Berdasarkan Strategi Kecerdasan Ganda (Multiple Intelegences)

Oleh :
Adi Saputra, M.Pd
Berbagai macam strategi yang dapat digunakan berdasarkan 9 kecerdasan sesuai dengan Howard Gadner. Namun ada beberapa metode/model/teknik yang telah penulis coba untuk mempraktekkannya ke dalam kelas. Metode/model/teknik itu adalah sebagai berikut:
1.         Bercerita
Hamzah dan Masri (2009:130) menyebutkan penggunaan metode bercerita di kelas harus menggabungkan konsep, gagasan dasar, dan tujuan pembelajaran menjadi sebuah cerita yang dapat disampaikan secara langsung kepada siswa. Untuk mempersiapkan  sebuah cerita terlebih dahulu dengan membuat daftar elemen penting yang ingin dimasukkan ke dalam cerita. Kemudian gunakan imajinasi untuk membuat kisah tentang suatu tempat, sekelompok orang yang memiliki kepribadian yang berbeda-beda dan jalan cerita yang berliku-liku agar semua pesan tersampaikan.

2.         Puisi/pantun/TTS
Menurut Piping Sugiharti (2005:35) penggunaan puisi/pantun/teka-teki silang di dalam pebelajaran membuat suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan membantu siswa yang kurang kecerdasan logika-matematis dalam memahami konsep pembelajaran IPA. Puisi/pantun/TTS bertemakan materi pelajaran yang telah dipelajari oleh siswa. Puisi berisi kata-kata yang berkaitan dengan materi pelajaran, sedangkan pantun berbentuk berbalas pantun antara siswa yang memberikan pertanyaan mau pun siswa yang menjawab, dan teka-teki silang berisi pertanyaan yang akan dijawab kelompok/siswa lain.

3.         Klasifikasi dan Kategorisasi
Pada kategorisasi yang dilakukan adalah meminta siswa untuk menuliskan materi yang sedang dibahas sesuai dengan kategorinya, untuk lebih memudahkan siswa mengingat bisa digunakan tabel. Contohnya zat apa saja yang termasuk kelompok asam, basa dan garam. Klasifikasi dan Kategorisasi bertujuan untuk mengorganisasikan potongan-potongan informasi yang terpisah-pisah di seputar gagasan atau tema sentral sehingga lebih mudah diingat, dibahas, dan dipikirkan. (Hamzah dan Masri, 2009:134)

Minggu, 01 Februari 2015

5 Jejaring Sosial untuk Pembelajaran (Social Learning Network)


Jejaring sosial untuk pembelajaran (Social Learning Network) merupakan suatu hubungan interpersonal melalui interaksi dengan tujuan utama untuk pengembangan pengetahuan. Dengan menggunakan jejaring sosial untuk pembelajaran ini siswa, guru dan orang tua dapat berinteraksi antara satu dengan yang lainnnya.
Berikut beberapa contoh SLN:
  1.  Edmodo (www.edmodo.com) adalah sebuah media untuk melaksanakan pembelajaran secara daring. Edmodo menggabungkan sebagian fitur dari Learning Management System (LMS) dan sebagian fitur dari Jejaring Sosial (Social Network), menjadi sebuah media pembelajaran yang menarik dan mudah digunakan.  Edmodo ini juga dapat digunakan untuk tes online.
  2. Sophia (www.sophia.org) merupakan SLN yang menyediakan ribuan tutorial akademik yang diajarkan oleh guru dengan berbagai model instruksional, dan dapat diikuti oleh pembelajar dengan berbagai model belajar. 
  3. RemixLearning (www.remixlearning.com) yang juga didukung oleh The Bill & Melinda Gates Foundation menyediakan sebuah SLN yang dapat diatur sesuai selera oleh sekolah, perpustakaan, museum, dan institusi lainnya yang membutuhkan. 
  4. Schoology (www.schoology.com) merupakan LMS yang dilengkapi dengan SLNs. 
  5. Twiducate (www.twiducate.com) merupakan jejaring social khusus untuk sekolah.

Minggu, 18 Januari 2015

Cara Pembuatan Modul Pembelajaran

Tulisan ini bertujuan untuk sebagai panduan dalam membuat modul pembelajaran. Apalagi sekarang dengan sistem kenaikan pangkat yang mengharuskan guru untuk membuat karya tulis untuk dinilai sebagai angka kredit. Maka pembuatan modul dapat sebagai salah solusi disamping juga merupakan bahan ajar yang bermanfaat bagi siswa. Pada tulisan ini juga dilengkapi contoh modul yang dapat Anda download. Semoga tulisan ini bermanfaat.

A.       Pengertian Modul
Materi pembelajaran pada suatu modul, disusun den disajikan sedemikian rupa agar siswa secara mandiri dapat memahami materi yang disajikan. Modul umumnya terdiri dari:
1.    Petunjuk siswa
2.    Isi materi bahasan (uraian dan contoh)
3.    Evaluasi
4.    Kunci jawaban evaluasi
5.    Pegangan guru (bila ada)
Ciri lain dari modul adalah dalam satu modul terdapat beberapa kegiatan belajar yang harus diselesaikan dalam kurun waktu tertentu dan di setiap akhir pembelajaran terdapat umpan balik dan tindak lanjut.
Umumnya satu modul menyajikan satu topik materi bahasan yang merupakan satu unit program pembelajaran tertentu.

Kamis, 15 Januari 2015

Panduan Lengkap Penggunaan Edmodo

 Oleh :
Adi Saputra, M.Pd
A. Apa itu edmodo ?
 Edmodo adalah platform microblogging pribadi yang dikembangkan untuk guru dan siswa, dengan mengutamakan privasi siswa. Guru dan siswa dapat berbagi catatan, tautan, dan dokumen. Guru juga memiliki kemampuan untuk mengirimkan peringatan, acara, dan tugas untuk siswa dan dapat memutuskan untuk mengirimkan sesuatu dalam kerangka waktu yang dapat dilihat publik. Edmodo adalah sebuah platform pembelajaran sosial untuk guru, siswa maupun untuk orang tua/wali yang dikembangkan pada akhir 2008 oleh Nic Borg dan Jeff O’Hara yang merasakan kebutuhan untuk berkembang di lingkungan sekolah/kampus untuk mencerminkan bahwa dunia yang semakin global dan terhubung, maka keduanya menciptakan sebuah alat/aplikasi yang dapat menutup kesenjangan antara bagaimana siswa menjalani kehidupan mereka dan bagaimana mereka belajar di sekolah, untuk itulah maka Edmodo ada. Edmodo dibuat sebagai sebuah platform pembelajaran jejaring sosial untuk guru, siswa, dan orang tua/wali. Edmodo dirancang untuk membuat siswa bersemangat belajar di lingkungan yang lebih akrab. Di dalam Edmodo, guru dapat melanjutkan diskusi kelas online, memberikan polloing untuk memeriksa pemahaman siswa, dan lencana penghargaan kepada siswa secara individual berdasarkan kinerja atau perilaku.

B. Fungsi Edmodo :
1. Untuk mempermudah komunikasi antara murid dengan murid atau murid dengan guru.
2. Sebagai sarana komunikasi belajar/ berdiskusi.
3. Sebagai tempat untuk ujian/quiz, dll

C. Cara Membuat/ Mendaftar Akun Edmodo 
1. Silahkan Sobat ketik ke search engine: www.edmodo.com Jika sudah, klik atas sendiri dan akan  
    muncul tampilan seperti gambar dibawah ini:
2. Klik tulisan I'm Student jika sobat SISWA, dan I'm Teacher untuk GURU. Jika sudah, akan keluar
    tampilah seperti gambar dibawah ini:
3. Isi dengan nama sekolah. 4. Kemudian isi profil dengan title, nama, kelas, mata pelajaran, URL-nya,
    dan masukkan foto.

Selasa, 09 September 2014

Pendalaman Minat

Oleh : Adi Saputra, M.Pd

Pengertian
Pendalaman Minat adalah suatu program yang dirancang bersama antara SMA dengan perguruan tinggi terkait untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik agar dapat memperkaya pengetahuan tentang mata pelajaran.  Untuk tahapan awal akan dilakukan Pendalaman minat MP: Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi yang dipilihnya di SMA dengan Mata Kuliah Dasar (MKD) MIPA di PT.

Latar Belakang
Peserta didik di SMA/MA Kelas XII dapat mengambil matakuliah pilihan di perguruan tinggi yang akan diakui sebagai kredit dalam kurikulum perguruan tinggi yang bersangkutan. Pilihan ini tersedia bagi peserta didik SMA/MA yang memiliki kerjasama dengan perguruan tinggi terkait. Pendalaman minat matapelajaran tertentu dalam Kelompok Peminatan dapat diselenggarakan oleh satuan pendidikan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.

Tujuan
1.      Meningkatkan kompetensi siswa untuk persiapan masuk perguruan tinggi
2.      Efisiensi pembelajaran dengan sinkronisasi mata pelajaran lanjutan dari SMA ke Perguruan Tinggi
3.      Mempercepat waktu siswa menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi
4.      Mendapatkan pengakuan sks mata pelajaran tertentu dari Perguruan Tinggi

Mekanisme Pelaksanaan
1.      Dit. PSMA bersama Ditjen Dikti membuat perjanjian kerja sama (MoU) tentang pelaksanaan Program Pendalaman Minat di SMA yang memuat hak dan kewajiban masing-masing, untuk disosialisasikan ke SMA. 
2.      Dit. PSMA menunjuk SMA (atau SMA dapat mengajukan diri) untuk melaksanakan pendalaman minat dengan PT yang ditunjuk Ditjen Dikti sesuai perjanjian (MoU) di atas.
3.      Perguruan Tinggi menyediakan SDM (Dosen) untuk mengajar di SMA, atau melatih guru SMA sebagai mentor untuk melaksanakan pembelajaran/perkuliahan program dan menyediakan SAP untuk setiap mata pelajaran/mata kuliah sesuai dengan ketentuan Dit. PSMA.
4.      SMA bersama PT membuat perjanjian kerjasama tentang pelaksanaan program Pendalaman Minat di SMA yang memuat antara lain:
Jadwal dan strategi pelaksanaan
a.      Jadwal dan strategi pelaksanaan
b.      Penyediaan SDM sebagai dosen/mentor/guru pelaksana
c.       SAP MP sesuai dengan hasil analisis yang diajukan Dit. PSMA
d.      Pendanaan dan sarana-prasarana
e.      Penilaian/ujian
5.      PT melakukan penilaian terhadap siswa yang telah menempuh mata pelajaran/mata kuliah tertentu pada program ini dan memberikan keterangan yang merupakan pengakuan terhadap sks mata kuliah di tingkat dasar PT tersebut. (Penilaian ini bukan penilaian untuk LCK, karena penilaian LCK sepenuhnya adalah hak guru mata pelajaran).
6.      Setelah peserta didik yang mengikuti program pendalaman lulus dari SMA, maka ia berhak untuk diterima di PT mitra SMA tersebut.

Untuk informasi lebih lanjut dapat Anda download melalui link : Bahan PendalamanMinat

Muatan Lokal dalam Kurukulum 2013



 Oleh : Adi Saputra, M.Pd
Pengertian Muatan Lokal
Muatan lokal, sebagaimana dimaksud dalam Penjelasan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, merupakan bahan kajian yang dimaksudkan untuk membentuk pemahaman peserta didik terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya. Muatan lokal sebagai bahan kajian yang membentuk pemahaman terhadap potensi di daerah tempat tinggalnya bermanfaat untuk memberikan bekal sikap, pengetahuan, dan keterampilan kepada peserta didik agar:
1.        mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya;
2.   memiliki bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya; dan
3.  memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.

Pengelolaan Muatan Lokal
Dalam struktur kurikulum 2013 disebutkan bahwa matapelajaran kelompok A dan C adalah kelompok matapelajaran yang substansinya dikembangkan oleh pusat. Matapelajaran kelompok B adalah kelompok matapelajaran yang substansinya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu setiap daerah perlu mengembangkan muatan lokal.

Pasal 77N PP 32 th 2013 dinyatakan bahwa muatan lokal untuk setiap satuan pendidikan berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal, muatan lokal tersebut dikembangkan dan dilaksanakan pada setiap satuan pendidikan.
Berdasarkan ketentuan diatas maka setiap daerah dan satuan pendidikan berkewajiban mengembangkan dan melaksanakan muatan lokal yang ada didaerahnya melalui pembekalan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kepada peserta didik tentang potensi daerahnya untuk dikembangkan dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
Pelaksanaan Muatan Lokal
Pelaksanaan muatan lokal pada satuan pendidikan dapat dilakukan melalui 3 cara:
1.        Berdiri sebagai mata pelajaran tersendiri, dan/atau
2.        Bahan kajian yang dipadukan ke dalam mata pelajaran lain; dan/atau
3.        Melalui pengembangan diri (Ekstrakurikuler)).
Muatan lokal dilaksanakan sebagai mata pelajaran tersendiri apabila bahan kajian muatan lokal berupa materi pembelajaran yang tidak terkait dengan ruang lingkup materi pada mata pelajaran kelompok B (Seni Budaya, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, atau Prakarya dan Kewirausahaan).
Muatan lokal berupa bahan kajian yang dipadukan ke dalam mata pelajaran lain apabila bahan kajian muatan lokal berupa bagian/pengembangan dari ruang lingkup materi pelajaran pada kelompok B, maka muatan lokal tersebut berupa bahan kajian yang dipadukan ke dalam mata pelajaran kelompok B. Namun apabila bahan kajian muatan lokal tersebut terlalu luas maka dapat berdiri sendiri sebagai mata pelajaran muatan lokal.
Muatan lokal dilaksanakan melalui pengembangan diri apabila bahan kajian muatan lokal berupa program kegiatan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengekspresikan melalui kegiatan ekstrakurukuler, maka bahan kajian tersebut dapat diimplementasikan pada kegiatan ekstrakurikuler.
            Ada pun rambu-rambu dalam pelaksanaan muatan lokal adalah sebagai berikut
1.        Muatan lokal dilaksanakan sebagai mata pelajaran tersendiri dan/atau bahan kajian yang dipadukan ke dalam mata pelajaran lain dan/atau pengembangan diri.
2.        Alokasi waktu adalah 2 jam/minggu jika muatan lokal berupa mata pelajaran khusus muatan lokal.
3.        Muatan lokal dilaksanakan selama satu semester atau satu tahun atau bahkan selama tiga tahun.
4.        Proses pembelajaran muatan lokal mencakup empat aspek (kognitif, afektif, psikomotor, dan action).
5.        Penilaian pembelajaran muatan lokal mengutamakan unjuk kerja, produk, dan portofolio.
6.        Satuan pendidikan dapat menentukan satu atau lebih jenis bahan kajian mata pelajaran muatan lokal.
7.        Penyelenggaraan muatan lokal disesuaikan dengan potensi dan karakteristik satuan pendidikan.
8.        Satuan pendidikan yang tidak memiliki tenaga khusus untuk muatan lokal dapat bekerja sama atau menggunakan tenaga dengan pihak lain.
Link Download : Bahan Muatan Lokal