Rabu, 27 Juli 2016

Program Guru Pembelajar

Guru pembelajar merupakan program untuk peningkatan kompetensi guru di seluruh nusantara. Dasar dari pelaksanaan ini adalah hasil UKG tahun 2015. Ada yang menjadi pengampu atau narasumber nasional dengan hasil UKG 81 - 100, instruktur nasional dengan hasil UKG 71 - 100, sedangkan peserta terbagi dengan model tatap muka dan dalam jaringan (Daring). Bagi peserta tatap muka kalau ada 8 - 10 modul kompetensi yang belum terkuasai, 6 - 7 modul belum terkusai maka menggunakan model dasar kombinasi daring dan tatap muka, sedangkan bila ada 3 - 5 modul kompetensi yang tidak terkuasai maka dengan menggunakan model dasar daring. Secara lebih jelas dapat dilihat pada uraian berikut yang dilengkapi dengan bahan panduan yang bisa di download. Mudah-mudahan bermanfaat.

A.     Pengertian
Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar adalah upaya peningkatan kompetensi guru yang melibatkan Pemerintah serta partisipasi publik yang meliputi pemerintah daerah, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri, organisasi kemasyarakatan, serta orangtua siswa. Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar sebagaimana dimaksud dilaksanakan dengan menggunakan tiga moda pembelajaran, yakni tatap muka, pembelajaran dalam jejaring (daring), dan pembelajaran kombinasi antara tatap muka dengan pembelajaran dalam jejaring (daring kombinasi).
Selanjutnya juga Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar merupakan proses penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Peningkatan kemampuan tersebut mencakup kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk perbaikan dan pertumbuhan kemampuan (abilities), sikap (attitude), dan keterampilan (skill). Dari kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan suatu perubahan perilaku guru yang secara nyata perubahan perilaku tersebut berdampak pada peningkatan kinerja guru dalam proses belajar mengajar di kelas. 
Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dirancang berdasarkan Standar Kompetensi Guru (SKG) yang mengacu pada Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, Permendiknas Nomor 32 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus, dan Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Berdasarkan Indikator Pencapaian.
Kompetensi (IPK) dalam SKG dikembangkan peta kompetensi guru yang dibagi menjadi 10 kelompok kompetensi. Selanjutnya, dari 10 kelompok kompetensi dikembangkan kisi-kisi soal UKG, dan untuk masing-masing kelompok kompetensi dikembangkan juga modul peningkatan kompetensi guru pembelajar. Hasil UKG menjadi acuan dalam penilaian diri (self assessment) bagi guru tentang kompetensinya sehingga dapat menetapkan modul peningkatan kompetensi guru pembelajar yang dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensinya, dan menjadi acuan bagi penyelenggara Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar untuk melakukan analisis kebutuhan.

Sabtu, 16 Juli 2016

5 PERMENDIKBUD YANG WAJIB DIKETAHUI UNTUK MENYAMBUT TAHUN PELAJARAN BARU


Oleh:
Adi Saputra, M.Pd
Satuan pendidikan untuk masa yang akan datang diharapkan menjadi tempat yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi seluruh siswa yang terdapat dalam satuan pendidikan tersebut. Maka untuk mewujudkan itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan lima regulasi. Regulasi tersebut berupa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yang dikeluarkan pada 2015 dan 2016. Di bawah ini tulisan ini terdapat link download untuk mengunduh permendikbud tersebut.
Permendikbud No. 23 Tahun 2015 mengatur tentang Penumbuhan Budi Pekerti, antara lain membaca buku non-pelajaran sekitar 15 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan/atau satu lagu wajib nasional saat memulai pelajaran, serta mengakhiri pelajaran dengan menyanyikan lagu daerah.
Permendikbud No. 64 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan bebas rokok. Sekolah wajib memasang tanda kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah. Kepala sekolah juga wajib menegur dan/atau memperingatkan dan/atau mengambil tindakan terhadap guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik yang merokok di sekolah.
Permendikbud No. 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan dimaksudkan untuk menciptakan kondisi proses pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan, serta menghindarkan semua warga sekolah dari unsur-unsur atau tindak kekerasan. Permendikbud ini juga mengatur sanksi yang bias dikenakan terhadap peserta didik, satuan pendidikan, dan kepala sekolah.
Permendikbud No. 8 Tahun 2016 tentang Buku yang digunakan oleh satuan pendidikan mengatur agar buku yang digunakan di sekolah memuat informasi tentang pelaku penerbitan pada bagian akhir buku, yaitu berupa informasi tentang penulis, editior, illustrator, penelaah, konsultan, reviewer, dan penilai.
Peraturan terbaru adalah Permendikbud  No. 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Permendikbud ini khusus mengatur tentang larangan tindakan perploncoan yang sering terjadi di masa orientasi siswa baru saat tahun pelajaran baru dimulai.

Link Download :

Jumat, 15 Juli 2016

Kumpulan Permendikbud Terbaru No 20, 21, 22, 23, dan 24 Tahun 2016 (SKL, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian dan KI-KD)

Di bawah ini terdapat kumpulan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan terbaru tentang standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian yang selama ini masih menggunakan standar yang lama.
Permendikbud No 20 Tahun 2016 ini tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah menggantikan Permendikbud No 54 Tahun 2013. Permendikbud No 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah menggantikan Permendikbud No 64 Tahun 2013. Permendikbud No 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah menggantikan Permendikbud No 65 Tahun 2013. Permendikbud No 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan menggantikan Permendikbud No 66 Tahun 2013 dan Permendikbud No 104 Tahun 2014. Sedangkan Permendikbud No 24 menggantikan Permendikbud No 57, 58, 59, dan 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK. Jadi dapat kita simpulkan dengan telah terbitnya Permendikbud yang baru maka Permendikbud yang lama tidak berlaku lagi.
Mudah-mudahan bermanfaat!

Minggu, 19 Juni 2016

Kumpulan Silabus Terbaru Kurikulum 2013 Tingkat SMA

Perubahan kurikulum 2013 terbaru salah satunya terdapat pada silabus. Silabus yang sekarang hanya memuat kompetensi dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran sedangkan sisanya diberi kebebasan kepada pendidik untuk mengembangkannya. Silabus yang terbaru ini diistilahkan juga dengan "Silabus Inspirasi". Di bawah ini terdapat kumpulan silabus mata pelajaran dan silakan Bapak/Ibu Pendidik ambil dan dikembangkan. Untuk men-download silakan klik pada nama mata pelajaran. Mudah-mudahan bermanfaat.

A. Umum A
1. Pendidikan Agama Islam
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia
4. Matematika
5. Sejarah Indonesia
6. Bahasa Inggris

B. Umum B
1. Seni Budaya
2. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
3. Prakarya dan Kewirausahaan

C. Peminatan
I. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
   1. Matematika
   2. Fisika
   3. Biologi
   4. Kimia
II. Ilmu Pengetahuan Sosial
    1. Ekonomi
    2. Geografi
    3. Sejarah
    4. Sosiologi 
III. Ilmu Bahasa dan Budaya 
    1. Bahasa dan Sastra Indonesia
    2. Bahasa dan Sastra Inggris
    3. Bahasa Jerman
    4. Bahasa Arab
    5. Bahasa Perancis
    6. Bahasa Mandarin
    7. Antropologi 


Jumat, 13 Mei 2016

KATA-KATA BIJAK UNTUK AFIRMASI DALAM KELAS


Oleh : Adi Saputra, M.Pd

Kelas merupakan tempat pembelajaran atau proses belajar mengajar dan sebagian besar waktu peserta didik berada di sini. Mulai dari pagi sampai pulang sekolah dengan rata-rata 6 - 7 jam dalam satu hari. Jadi memang selayaknya lah kelas harus didesain senyaman dan sebaik mungkin yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kelas sebaiknya juga
di tempeli dengan karya peserta didik, foto pahlawan, lambang negara, dan asesoris lainnya. Namun tidak kalah penting juga perlu ditambahkan juga dengan kata-kata motivasi atau berupa kata-kata afirmasi.
Afirmasi diri adalah pernyataan positif atau kalimat yang ditujukan untuk diri sendiri yang bisa mempengaruhi pikiran bawah sadar untuk membantu peserta didik mengembangkan persepsi yang lebih positif terhadap dirinya sendiri. Adanya sebuah afirmasi bisa membantu peserta didik mengubah perilaku yang merugikan atau untuk mencapai suatu tujuan, dan afirmasi juga bisa memulihkan luka yang disebabkan oleh kalimat-kalimat negatif yang berulang-ulang kita katakan kepada diri sendiri sebagai seorang peserta didik (atau dikatakan berulang-ulang oleh orang lain kepada mereka) sehingga membentuk persepsi diri yang negatif.Di bawah ini terdapat beberapa kata-kata afirmasi yang penulis peroleh dari beberapa sumber dan kata-kata afirmasi ini bisa ditempel di dinding kelas. Mudah-mudahan bermanfaat.

Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan itu Anda dapat mengubah dunia
 – Nelson Mandela

Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini
Malcolm X

"Bila Anda tidak mempunyai visi akan seperti bagaimana masa depan Anda, maka masa depan Anda tersebut terancam menjadi sekedar pengulangan dari semua yang terjadi di masa lalu Anda."
-A. R. Bernard

Tujuan dari belajar adalah terus tumbuh. Akal tidak sama dengan tubuh, akal terus bertumbuh selama kita hidup
Martimer Adler

"Aku mungkin tidak tahu kunci sukses itu apa, tetapi aku tahu dengan pasti bahwa kunci kegagalan itu adalah mencoba menyenangkan semua orang (Ini tidak mungkin bisa Anda lakukan)."
-Bill Cosby-

Pembelajaran tidak didapat dengan kebetulan. Ia harus dicari dengan semangat dan disimak dengan tekun
 Abigail Adams

Minggu, 24 April 2016

CARA PENYUSUNAN RPP KURIKULUM 2013 TERBARU (Sesuai dengan Perbaikan Kurikulum 2013 Terbaru)


Oleh : Adi Saputra, M.Pd
A.      Pendahuluan
Tahap pertama dalam pembelajaran yaitu perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).  Setiap guru di setiap satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP untuk kelas di mana guru tersebut mengajar (guru kelas) di SD/MI dan untuk guru mata pelajaran yang diampunya untuk guru SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. Untuk menyusun RPP yang benar Anda dapat mempelajari hakikat, prinsip dan langkah-langkah penyusunan RPP seperti yang salah satunya tertera pada Permendiknas tentang Pembelajaran  Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah - Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran nomor 103 Tahun 2014. Namun peraturan ini bisa jadi direvisi sesuai dengan beberapa perbaikan kurikulum 2013.
Perbaikan seperti disebutkan di atas itu salah satunya adalah 5M (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah data, dan memgkomunikasikan)bukanlah prosedur atau langkah-langkah atau pendekatan pembelajaran. Namun 5M merupakan kemampuan proses berpikir yang perlu dilatih secara terus menerus melalui pembelajaran agar peserta didik terbiasa berpikir secara saintifik. Jadi penekanan pada kegiatan inti pada pembelajaran adalah pembelajaran yang berupa pembelajaran aktif (active learning).
Perbaikan selanjutnya yang berkaitan dengan RPP adalah rumusan KD pada KI-1 dan KD pada KI-2. Rumusan ini untuk mata pelajaran selain mata pelajaran pendidikan agama-budi pekerti dan PPKN tidak disusun secara koheren dan linier. Artinya KD-1 dan KD-2 hanya satu, yang ada nanti di silabus adalah KD-3 dan KD-4 yang disusun secara koheren dan linier yang selalu berpasangan.
Kemudian juga kurikulum 2013 sebenarnya menekankan pada pencapaian kompetensi yang terdapat pada KD bukan pada materi pelajaran, sehingga nanti ketuntasannya berupa ketuntasan KD begitu juga dengan penilaiannya. Guru juga seharusnya berpikir bahwasanya indikator-indikator berperan dalam menuntaskan KD, KD-KD berperan menuntaskan KI, KI-KI berperan menuntaskan SKL satuan pendidikan.
Pada tulisan ini dilengkapi uraian tentang komponen RPP serta contoh RPP yang telah mengalami perbaikan dan kita tetap menggunakan aturan yang terdapat dalam Permendikbud No 103 Tahun 2014 selama peraturan ini belum direvisi dan Permendikbud No 53 Tahun 2015.

B.       Format RPP
Secara lebih jelas komponen-komponen RPP secara operasional diwujudkan dalam bentuk format berikut ini.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  
(RPP)
Sekolah                        :           SMAS Harapan Batam
Mata pelajaran           :           Kimia
Kelas/Semester           :           ……/……………
 Alokasi Waktu             :           …………………..
A.     Kompetensi Inti (KI)
KI-1 :  Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 :  Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3 :……………….
KI-4 :………………                                                     

B.      Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1………………
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.1………..
3.1.2…………, dst

4.1………………
Indikator Pencapaian Kompetensi
4.1.1………….
4.1.2…………., dst

C.      Materi Pembelajaran 
(disajikan materi pokok saja dan bisa dibagi berdasarkan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif.  Rincian materi setiap pertemuan dinyatakan dalam Lampiran)

D.     Kegiatan Pembelajaran
Indikator: …
(indikator yang dirujuk untuk pembelajaran pertemuan pertama)
1.    Pertemuan Pertama: (...JP)
a.      Kegiatan Pendahuluan

b.      Kegiatan Inti

c.       Kegiatan Penutup
2.    Pertemuan Kedua: (...JP)
Indikator: …
(indikator yang dirujuk untuk pembelajaran pertemuan kedua)
a.  Kegiatan Pendahuluan
b.  Kegiatan Inti
c.  Kegiatan Penutup
3.      Pertemuan seterusnya.

E.      Teknik penilaian
1.      Penilaian Pengetahuan
a.      Aspek yang di nilai
b.      Teknik penilaian
c.       Instrumen (terlampir)
d.      Rubrik Penilaian (terlampir)
2.      Penilaian Keterampilan
a.      Aspek yang di nilai
b.      Teknik penilaian
c.       Instrumen (terlampir)
d.      Rubrik Penilaian (terlampir)
(disajikan nama Teknik Penilaian, instrumen lengkap Penilaian setiap pertemuan dimuat dalam Lampiran Instrumen Penilaian Pertemuan 1, Lampiran Instrumen  Penilaian Pertemuan 2, dan seterusnya tergantung pada banyak pertemuan)
F.       Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1. Media/alat
2. Bahan
3. Sumber Belajar
Lampiran-lampiran:
1.         Materi Pembelajaran Pertemuan 1
2.         Instrumen Penilaian Pertemuan 1
3.         Materi Pembelajaran Pertemuan 2
4.         Instrumen Penilaian Pertemuan 2
dan seterusnya tergantung banyak pertemuan.

Catatan : Format RPP di atas tidak baku, guru dapat mengembangkan format RPP sesuai dengan kebutuhan dengan tidak mengurangi  esensi dari RPP.

C.       Langkah Penyusunan RPP
1.    Pengkajian silabus.
Silabus yang baru hanya memuat  KI  dan  KD, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar guru lebih kreatif dan bisa menyesuaikan dengan kondisi di masing-masing satuan pendidikan. Silabus diharapkan sebgai sumber inspirasi bagi guru. Maka untuk itu guru perlu mengkaji :
a.         Penilaian pembelajaran, alokasi waktu,  dan sumber belajar yang akan digunakan.
b.         Perumusan indikator pencapaian KD pada KI-3, dan KI-4.
Indikator pencapaian kompetensi yang ditentukan terutama untuk KD 3 dan KD 4. Indikator untuk KD  diturunkan dari KI-1 dan KI-2 dirumuskan dalam bentuk perilaku umum yang bermuatan nilai dan sikap yang gejalanya dapat diamati sebagai dampak pengiring dari KD pada KI-3 dan KI-4. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik. Namun untuk indikator/karakter yang akan dikembangkan sebaiknya disepakati secara bersama oleh satuan pendidikan dan bisa jadi setiap semester akan berbeda. Misalnya yang akan dikembangkan untuk spiritual (1) berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan; (2) menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya; dan (3) bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan untuk indikator sikap sosial: (1) jujur; (2) disiplin; dan (3) tanggung jawab.